IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Diresmikan Bupati Merangin, PKL : Mati Dak Makan Kami Dek

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 02:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Lokasi PKl pasar Rakyat

Tampak Lokasi PKl pasar Rakyat

MERANGIN, Transatu.id — Baru diresmikan Bupati Merangin lokasi PKL Pasar Rakyat ditengah Kota Bangko, mulai dikeluhkan Pedangan Kaki Lima saat wancara jurnalis dilokasi.

Keluhan itu disampaikan sangat menyakiti kan jika menghidupkan keluarga sehari-hari ditambah lagi jualan dimulai sore hari.

Fatmawati, salah satu PKL mengaku berjualan demi keluarganya. Ia membantu ekonomi keluarga, pasca usaha ikan sang suami tak lagi berjalan.

“Semata-mata kehidupan anak disini,” katanya seraya menambahkan memiliki 3 anak.

Namun usaha yang dirintis di depan jalur Pasar Baru itu, harus direlokasi dan membuat Ia kehilangan mata pencaharian. Berbulan-bulan kemudian, barulah lokasi tersebut didapatkan dengan biaya Rp 6 juta pertenda.

Fatmawati dan pedagang lain, mau tak mau mencari dana setelah tak berjualan sekitar 2 bulan lewat pinjaman atau gadai barang-barang.

PKL dipungut biaya kebersihan Rp 2 ribu, retribusi pasar Rp 2 ribu serta biaya listrik yang mahal Rp 150 ribu/bulan. Harga ini, jauh lebih mahal dari tempat sebelumnya Rp 50 ribu.

“Itu kami pakai 2 bola lampu dan kipas. Ini 1 bola lampu 150. Kalau 2, berarti 300 ribu,” katanya.

“Baru jualan 3 hari, kami diminta 150,” keluhnya.

Belum lagi biaya mingguan Rp 10 ribu yang pedagang tak tau untuk apa. Mereka hanya tau, ada petugas yang meminta. Parahnya, PKL diminta Rp 10 ribu, namun diberikan karcis bertuliskan Rp 3 ribu.

Beban PKL masih akan bertambah dengan biaya sewa lahan yang masih digarap BPPRD Merangin. Menurut Kadis DKUKMPP Merangin, harga sewa tertinggi Rp 1,6 juta/tenda.

Tak sesuainya penghasilan lantaran sepi meski baru dilaunching bupati, membuat PKL berpikir keras.

Bukan berlebihan, mereka bukannya mendapatan untung, malah merugi. Modal pun terus tergerus.

“Modalnya 500, kami dapat 200-300. 200 lagi kami nombok. Bukannya dapat duit, malah rugi. Jadi kayak mano kedepannyo kayak gini terus, mati kami dek,” katanya dengan nada gemetar.

Eka Sartika, PKL di Pasar Rakyat juga mengeluhkan hal yang sama. Sepinya pembeli dan parkir mobil bongkar muat menutupi lapak jualannya.

“Untuk sekarang ni, ngeluh lah ado. Modal 300, dapat 200,” katanya seraya menambahkan rugi modal.

Padahal ditempat sebelumnya, mereka bisa mendapatkan penjualan hingga 800 ribu. Dari penjualan segitu, Eka mendapatkan keuntungan bersih Rp 200 ribu.

“Masih cukup untuk makan dan jajan anak,” katanya.

Melihat kondisi pasar ini, Eka menghitung jika tidak ada pembenahan, maka mereka akan merugi 3-4 bulan kedepan. Baik dari biaya rutin, sepinya pasar hingga modal yang terkuras.

“Kalau dak ado lagi, yo tiduklah lagi dirumah,” kata ibu 4 anak itu.

Para PKL sendiri berharap, ada solusi yang diambil dengan kondisi mereka. Jika dibolehkan, mereka dapat berjualan kembali didepan pasar baru.

“Kalau ditempat lama, orang berbelanja itu dari mana-mana saja. Pulang sekolah, pulang kantor, sekali jalan ke pasar. Mobil travel mampir, sekali lewat. Kalau kesini, mereka harus memang datang kesini,” katanya.

Baca Juga :  Stadion Lapangan Bola Kaki Semanyo, Pemerintah dan Tomas Tolak Pekerjaan Tidak Sesuai Dengan RAB

Reporter : Kholil King 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Tabir Pertanyakan Keseriusan Pemerintah, Hingga Tumpukan Sampah Seperti Gunung
Safari Ramadhan di Tanjab Timur, Wagub Sani Serahkan Bantuan Stunting, CSR Hingga BAZNAS
Safari Ramadhan, Gubernur Al Haris Dorong Sinergi Percepatan Pembangunan Daerah
Gubernur Al Haris Tinjau Bendungan PLTA Danau Kerinci, Lepas 10.000 Benih Ikan dan Apresiasi Kemandirian SMK-SPP Negeri 3 Kerinci
Kabar Gembira! Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk PPPK Paruh Waktu di Jambi
Safari Ramadhan di Kerinci, Gubernur Al Haris : Ada 24,80% Anak-Anak di Jambi Fatherless
Pol PP Bungo Kodim Bute Amankan Alat Berat Excavator Dilokasi Tambang Ilegal Tampa Libatkan Polisi
Bupati M. Syukur Santuni 77 Anak Yatim di Sela Pesantren Kilat

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 01:46 WIB

Warga Tabir Pertanyakan Keseriusan Pemerintah, Hingga Tumpukan Sampah Seperti Gunung

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:51 WIB

Safari Ramadhan di Tanjab Timur, Wagub Sani Serahkan Bantuan Stunting, CSR Hingga BAZNAS

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:14 WIB

Safari Ramadhan, Gubernur Al Haris Dorong Sinergi Percepatan Pembangunan Daerah

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:08 WIB

Gubernur Al Haris Tinjau Bendungan PLTA Danau Kerinci, Lepas 10.000 Benih Ikan dan Apresiasi Kemandirian SMK-SPP Negeri 3 Kerinci

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:04 WIB

Kabar Gembira! Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk PPPK Paruh Waktu di Jambi

Berita Terbaru