TRANSATU.ID,SUMENEP - Pengurus Pusat Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) masa jabatan 2024-2029 resmi dikukuhkan. Kegiatan tersebut bertempat di Aula Mini kampus Institut Keilmuan Annuqayah (INSTIKA), Guluk-Guluk Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu, 9 Juni 2024. Ketua IAA Pusat Moh Jazuli Muthar menyampaikan, bahwa IAA merupakan salah satu wadah untuk mengabdikan diri untuk Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah. setelah pengukuhan, saatnya mengabdikan diri kepada Annuqayah melalui IAA. "Terimakasih kepada para masyayikh telah hadir di pengukuhan dan memberikan support. Semoga kehadiran masyayikh bisa menambah semangat untuk mengabdikan diri kepada Annuqayah,"katanya. Dalam penyusunan program yang akan dilakukan oleh kepengurusan masa jabatan 2024-2029, akan selalu atas petunjuk dan mendapat restu dari para kiai. “Kita siap mengabdi dan memberikan banyak hal kepada Annuqayah, Apapun yang akan dilakukan harus berdasarkan restu masyayikh,” paparnya. Selanjutnya, IAA Pusat mempunyai agenda besar, salah satunya akan membuat rumah singgah di lingkungan Ponpes Annuqayah. Hal itu, atas usulan cabang-cabang IAA yang ada di luar. “Ketika para alumni dari luar ke Annuqayah atau ada tamu, ada rumah singgah yang bisa ditempati. Maka, tidak perlu menginap di hotel yang ada di Kota Sumenep,” ungkapnya. Pembangunan rumah singgah, lanjutnya, pihaknya sudah mendapat restu dari para kiai, khususnya oleh Ketua Yayasan Annuqayah. Bahkan, lokasi dan tanah untuk dibangun juga sudah disediakan. “Sudah dapat restu dan disediakan lokasi tanah. Nanti akan dibangun, dan di musyawarah kerja akan kita bahas. Yang jelas, kami ingin tahun ini pembangunan rumah singgah sudah bisa dimulai,” jelasnya. Ketua Yayasan Annuqayah, KH Abbasi Ishomuddin menyampaikan, IAA atas persetujuan masyayikh, secara formal sudah berada di bawah Yayasan Annuqayah. “Kami lihat, kepengurusan besar sekali, sehingga yang paling berat adalah koordinasi dan konsolidasi. Managemen harus jelas, sehingga departemen bisa berjalan dengan baik,” tuturnya. Beliau berharap, membuat program yang riil beserta dengan tujuan yang jelas. Karena jika program terlalu banyak, tapi tidak berjalan dengan baik, juga dinilai kurang bagus. “Membuat program yang riil beserta dengan tujuan dan tahapan yang jelas. Membuat evaluasi, yang diprogramkan bisa direalisasikan. Tidak perlu terlalu banyak, yang penting tujuannya jelas,” paparnya. Sementara itu, KH Ali Fikri A Warits menyampaikan selamat atas pengukuhan IAA Pusat. Beliau berharap, dari program-program yang akan disusun bisa selaras dengan detak perjuangan Annuqayah. “Selamat atas pengurus IAA, semoga terus berkhidmat kepada masyarakat dan Annuqayah,” ungkapnya.