“Kami butuh pembinaan, bukan pemusnahan usaha kecil. Kalau industri ini mati, Madura kehilangan sumber hidupnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, HPTM telah menyuarakan protes dengan memasang sekitar 500 banner di titik-titik strategis di Pamekasan. Pesan di spanduk tersebut menggambarkan keresahan mereka, mulai dari “Selamatkan Industri Hasil Tembakau Madura” hingga kritik terhadap mafia rokok impor.

Melalui audiensi, HPTM berharap komunikasi dengan Bea Cukai bisa menghasilkan solusi nyata tanpa mengorbankan stabilitas sosial dan ekonomi di Madura.