Meski ada keresahan akibat operasi razia, HPTM mengakui tindakan aparat Bea Cukai selama ini masih relatif humanis. Hal inilah yang membuat mereka menahan diri untuk tidak melakukan aksi besar yang berpotensi memicu ketegangan.
“Kalau sampai gerakan kami memancing pengetatan operasi, itu bisa merugikan semua pihak,” jelas Zaini.
Namun, HPTM tetap menegaskan sikap waspada. Mereka siap turun ke jalan jika di kemudian hari aparat bertindak arogan atau merugikan masyarakat.
“Kami bukan anti aturan, tapi kalau ada tindakan kasar, kami juga akan melawan,” tegas Zaini.
Gerakan ini sejatinya bukan sekadar soal rokok, melainkan tentang ekonomi Madura. Ribuan petani, buruh, hingga pengusaha kecil menggantungkan hidup dari industri hasil tembakau.



