“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kecelakaan bisa menimpa siapa saja, dan kuncinya adalah disiplin serta patuh terhadap aturan lalu lintas. Masyarakat wajib pajak di Samsat menjadi sasaran strategis karena mereka adalah pengguna jalan aktif,” ujarnya
AKP Ninit Titis Dewiyani, SE, menyebut bahwa kampanye keselamatan berlalu lintas tidak hanya sekadar sosialisasi, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang menyentuh kesadaran kolektif masyarakat.
“Kampanye ini sejalan dengan tujuan utama Operasi Patuh Semeru 2025, yaitu meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan, terutama yang berujung pada kematian atau luka berat,” katanya.
“Kami menginginkan kampanye ini menjadi titik awal perubahan perilaku. Lewat momen Ops Patuh Semeru 2025, mari kita jadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban,” tandasnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi dengan PT Jasa Raharja dan KB Samsat Sumenep yang telah membuka ruang edukasi di tengah layanan publik. Menurutnya, titik-titik strategis seperti Samsat adalah lokasi efektif untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada masyarakat yang memang aktif berkendara