Mantan Sekwan Pamekasan ini berharap, masyarakat tidak panik dengan lonjakan harga beras. Menurutnya, Pemkab Pamekasan telah menyiapkan skema untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya melalui kerjasama dengan Perum Bulog untuk menggelar operasi pasar secara berkala.
Operasi pasar itu, lanjut dia, tidak menganggu laju perekonomian pedagang beras di pasar. Karenanya, jumlah beras murah yang didistribusikan kepada masyarakat hanya dibatasi sebanyak 6 ton.
"Ini juga salah satu upaya kita untuk menekan harga beras di pasaran, sehingga dalam satu bulan ke depan kebutuhan masyarakat terpenuhi," tutupnya.
Terpisah, Kepala Disperindag Pamekasan, Basri Yulianto mengatakan, operasi pasar ini menggelontorkan 6 (enam) ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp. 54.000 per Sak (netto 5 kg).
"Selain itu, Minyak Goreng KITA sebanyak 240 liter (kemasan punch) dengan harga Rp. 16.000 perliter untuk masyarakat Pasean dan sekitarnya," pungkasnya. (did).



