“Kegiatan ini merupakan ruang bertukar gagasan, memperkuat jejaring, sekaligus memantik semangat baru agar guru terus berinovasi dalam pembelajaran,” ungkapnya.
Amilia menjelaskan, tantangan pendidikan saat ini menuntut guru Bahasa Indonesia tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam membangun budaya literasi yang kuat di sekolah.
Sementara itu, kepala Dinas Pendidikan H. Moh Iksan, S.Pd., M.T, melalui Kabid Pembinaan SMP, M. Fajar Hidayat, S.IP., M.M., menilai MGMP sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Menurutnya, guru Bahasa Indonesia memiliki posisi kunci sebagai motor penggerak literasi yang berdampak langsung pada kualitas generasi muda.
“Peran guru Bahasa Indonesia sangat fundamental. Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga pembentuk pola pikir dan kemampuan komunikasi siswa,” terangnya.



