Jumlahnya tidak sedikit, menunjukkan bahwa komitmen tersebut bukan sekadar simbolis. Ia menaruh perhatian pada dunia olahraga, bidang yang sering kali menjadi anak tiri dalam prioritas anggaran pemerintah daerah.
“Dukungan tersebut menegaskan sebuah pemahaman sederhana tetapi bernilai tinggi: bahwa prestasi anak muda tidak boleh dibiarkan berdiri sendirian, melainkan perlu ditopang dengan dukungan nyata agar gairah mereka tidak padam di tengah keterbatasan,” ujar Fathor Rosi selaku menantu Haji Muzakki yang diamanahi sebagai penanggung jawab pengelolaan PR Cahaya Pro.
Dijelaskan, gaya kepedulian Haji Muzakki tampak membumi. Dia tidak hadir sebagai figur karismatik dengan pidato megah, tetapi lebih sebagai pengusaha yang membiarkan tindakannya berbicara.
“Beliau mencerminkan kearifan lokal Madura yang menempatkan solidaritas dan gotong royong sebagai pilar kehidupan. Apa yang ia lakukan bersama PR Cahaya Pro tidak lahir dari konsep manajemen modern yang serba terukur dalam laporan CSR, melainkan dari kesadaran kultural bahwa suksesnya seseorang selalu terkait dengan keberlangsungan orang lain di sekitarnya,” tukasnya.



