Jajang menambahkan tidak hanya berhenti di akses permodalan, di Surabaya kami memiliki BSI UMKM Center yang memfasilitasi para pelaku usaha untuk saling berkontribusi usaha dan wawasan agar naik kelas. Disini kami memberikan pelatihan dan pendampingan agar para UMKM lokal mampu bersaing dengan usaha mapan.
Adapun gelaran TWB 2024 kembali menghadirkan empat kategori yaitu Pemula (pengusaha muda yang baru merintis), Rintisan (pelaku usaha dengan omset Rp500 juta per tahun), Berdaya (di atas Rp500 juta), dan Santri (pelaku usaha dari kalangan pesantren). Diharapkan pengusaha-pengusaha muda tersebut sudah lebih bankable jika ke depan akan dibantu dari segi pengucuran pembiayaan.
Minat terhadap penyelenggaraan TWB 2024 sudah mencapai 4.200 pendaftar dari sejumlah wilayah di Indonesia. Dari seluruh kategori yang ada, kategori Pemula mendominasi kelompok pendaftar TWB 2024. Para pengusaha muda baru ini diharapkan dapat membawa ide-ide usaha baru yang segar. Selanjutnya disusul oleh kategori rintisan, kategori berdaya, dan kategori santri.
Jajang menjelaskan, BSI secara berkelanjutan terus mendorong pemberdayaan sektor UMKM di berbagai wilayah di Indonesia dengan beragam program yang disediakan, mulai dari pembiayaan, digitalisasi layanan, hingga pengembangan kewirausahaan.
Perseroan juga memberikan pembinaan hingga perluasan akses ke pasar global. Melalui pendekatan berbasis nilai syariah, BSI mendorong inklusi keuangan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dengan mendukung UMKM naik kelas.