“Proses sunat cukup lama. Saat ditanya, mahasiswi magang itu menyebut jika alat vital anak saya tebal,” ujarnya.
Kecemasan AR bertambah saat proses pemasangan ring pengaman di alat vital anaknya. Selain memerlukan waktu yang cukup lama, posisi ring tidak berada di ujung alat vital anaknya melainkan di pangkal alat vital. AR pun mencurigai mahasiswi magang tersebut tidak memahami cara menyunat alat vital.
“Saat itu, saya sudah cemas karena kondisi ring yang harusnya menjadi pengaman, malah berada di pangkal alat vital anak saya,” katanya.
Kendati demikian, AR mengaku tetap berusaha kuat dan meyakinkan dirinya bahwa anaknya baik-baik saja. Setelah dinyatakan selesai menyunat anaknya, mahasiswi magang itu pulang.
Namun selang tiga hari usai disunat, anak AR menjerit kesakitan. Dia pun melaporkan kondisi itu kepada S selaku perawat yang sudah memiliki legalitas PMP. Namun yang bersangkutan menjamin jika kondisi anak AR dalam keadaan baik-baik saja.



