"Penanganan bencana menjadi tanggung jawab bersama semua pihak, tidak hanya pemerintah saja namun tanggung jawab ini ada disemua pihak, baik TNI-POLRI, pelaku usaha dan masyarakat dan juga para insan pers. Hal ini agar dapat memberikan informasi yang cepat dan tepat kepada seluruh lapisan masyarakat," kata Wakapolres Arif.
Dirinya berharap, dengan kegiatan apel siaga bencana terpadu antara pemerintah, TNI-POLRI dan elemen lainnya, diharapkan dapat diwujudkan ketangguhan dalam menghadapi bencana dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat secara umum. Teruslah berjuang membangun kerjasama dengan seluruh stakeholder demi tugas kemanusiaan yang sangat mulia ini.
"Paradigma baru penanggulangan bencana, bersifat responsif, sekarang menjadi prefentif (Pencegahan), dari bersifat sektoral menjadi multi sektoral ( melibatkan semua komponen ), lalu dari inisiatif pemerintah menjadi tanggung jawab bersama TNI-POLRI, masyarakat dan dunia usaha," urainya.
Oleh karenanya, upaya pengurangan resiko bencana merupakan hal yang sangat prioritas yakni selalu mengidentifikasi dan memberikan peringatan dini kepada seluruh lapisan masyarakat tentang kebencanaan, harus kreatif dan inovatif serta cerdas dalam membangun dan menciptakan budaya keselamatan dan ketahanan disemua tingkatan serta meminimalisir faktor faktor resiko yang dapat menimbulkan faktor-faktor resiko yang dapat menimbulkan kerugian serta memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan dalam bencana.
"Dengan langkah-langkah ini, Kabupaten Sumenep dapat lebih siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan mengurangi risiko yang mungkin timbul," tuturnya.