TRANSATU, Bangkalan — Pemerintah secara resmi meluncurkan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segmen pesantren di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Kholil, Bangkalan, Madura. Peluncuran ini menjadi tonggak awal dari pembangunan 1.000 dapur SPPG di pesantren-pesantren seluruh Indonesia sebagai bagian dari program nasional “Makan Bergizi Gratis”.

Acara peresmian ditandai dengan pemukulan bedug secara simbolis oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhaimin Iskandar, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Direktur Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ismed Saputra, serta Bupati Bangkalan Lukman Hakim.

Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa pembangunan dapur SPPG ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pondok pesantren, dan koperasi sebagai bagian dari strategi pemberdayaan komunitas.

“Pembangunan Dapur SPPG segmen pesantren ini akan memberikan multiple effect. Tidak hanya menyediakan makanan bergizi gratis bagi santri dan masyarakat sekitar, tapi juga memberdayakan pesantren sebagai pusat ekonomi komunitas,” ujar Muhaimin.

Ia menekankan bahwa program ini melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam ekosistem ekonomi pesantren—mulai dari petani, koperasi, pelaku usaha, hingga santri dan ulama. Target awalnya adalah menyediakan makanan bergizi untuk 3 juta santri, dengan asumsi 1.000 dapur mampu melayani 3.000 santri setiap hari.