TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cerdas Bermedia Sosial, Ini Tips Penting Ala PIJP Pamekasan dalam Pemilu Damai 

Transatu.id,PAMEKASAN, Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP), mulai membuat gebrakan baru untuk menghadapi pemilu 2024, yang notabenenya kemungkinan besarnya akan banyak berita hoax.

 

Hal ini membuat para jurnalis yang tergabung di PIJP mencari solusinya sejak diadakannya Rapat Kerja(Raker) pada tanggal 13-15 November 2023 di Yogyakarta.

 

Menurut Sujak Lukman ketua Umum PIJP mengemukakan, kehadiran internet dan perkembangan media sosial mendorong kemudahan komunikasi politik dan penyediaan informasi politik secara cepat, tepat sasaran, dan berdampak besar.

Baca Juga :  Pesan AMI Untuk DPRD Kabupaten Sidoarjo, Jangan Dengarkan Suara Sepihak*

 

Saat ini media sosial berperan efektif dalam mempengaruhi proses politik, termasuk membentuk cara pandang dan meningkatkan kesadaran publik akan isu-isu sosial terkini, termasuk upaya mewujudkan Pemilu 2024 Damai.

 

“Digitalisasi telah menghadirkan desentralisasi komunikasi politik. Politik internet telah menjadikan semua sebagai pihak yang secara aktif bersuara,”ungkapnya saat Raker di ruang pertemuan Hotel Maliyoboro. Rabu(15/11/2023), siang.

 

Bang Sujak sapaan akrabnya menuturkan, dengan kemudahan yang internet tawarkan, kegiatan komunikasi, pertukaran pendapat, hingga mobilisasi kegiatan politik, menjadi lebih mudah dilakukan,” jelasnya

Baca Juga :  Grand Opening Mie Gacoan Pamekasan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan

 

Pemanfaatan media sosial berhasil mendorong partisipasi pemilih muda. Sementara media sosial cendrung menjadi kunci kemenangan salah satu konstestan. “Contohnya Di Negara lua, media sosial dimanfaatkan untuk pengelolaan surat suara,”ujarnya.

 

Namun demikian, dirinya selaku ketua PIJP mengingatkan kepada anggotanya, adanya potensi kekacauan informasi atau information disorder seiring peningkatan intensitas penggunaan media sosial.

 

“Setidaknya terdapat tiga bentuk kekacauan informasi yang sering ditemui, dan perlu diwaspadai. Pertama, misinformasi, yaitu penyebaran informasi salah yang dibuat tanpa intensi menimbulkan kerugian. Kedua, disinformasi, yaitu penyebaran informasi salah dengan sengaja. Ketiga, mal-informasi, yaitu tersebarnya informasi faktual yang bertujuan untuk merugikan pihak-pihak tertentu, seperti perundungan siber, dan ujaran kebencian,” tuturnya.

Baca Juga :  Geger !!! Aksi Dear Jatim, Kadisdik Sumenep Bungkam Saat Ditanya Terkait Regulasi Anggaran

 

“Oleh sebab itu mari kita selaku penulis yang baik, sampaikan pesan dan risalah sesuai dengan kaidah jurnalilstik kepada publik. Berikan informasi positif yang bisa kita dipertanggungjawabkan kepada Publik. Yang terpenting ciptakan Pemilu damai,”ringkasnya Sujak.

TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA