TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mantan Napi Rutan Kelas I Medaeng Surabaya Angkat Bicara, Benarkan Soal Tuntutan N.G.O Madura

Transatu.id, Surabaya – Mantan Narapidana Rumah Tahanan (RUTAN) Kelas I Medaeng Surabaya angkat bicara terkait polemik pungli, peredaran narkoba, over kapisitas tahanan karantina, dan dugaan sajian menu makanan di bawah standar.

Mantan narapidana rutan medaeng yang enggan disebut namanya tersebut menuturkan bahwa apa yang menjadi tuntutan N.G.O Madura terkait persoalan pungli di Rutan Kelas I Medaeng Surabaya sudah menjadi rahasia umum antara napi tahanan dan keluarga napi.

“Benar mas, di dalam emang ada peredaran narkoba, minuman keras, ada juga tahanan yang pegang HP, tapi kalau mau pegang HP harus bayar ke petugasnya dulu. Kalau tidak ya tidak dibolehin, bahkan disita HP nya,” tutur mantan napi yang enggan mau disebut namanya tersebut.

Baca Juga :  bank bjb Raih Paritrana Award 2023 dari BPJS Ketenagakerjaan

Dia menambahkan, bahwa dirinya juga pernah menjadi korban pungli dari petugas rutan.

“Saya dulu pernah kena mas, waktu itu minta kirim uang dari keluarga, kena potong 30% persen. Bahkan ada teman yang di rutan juga harus bayar buat dapat kamar yang lebih layak,” tambahnya

Saat awak media bertanya tentang jumlah kamar yang over kapasitas, dirinyapun membenarkan.

“Untuk 70 orang dalam satu kamar, rasanya udah kayak apa. Desak-desakan, tidur aja kadang sambil duduk biar muat, pokoknya nggak layak banget mas. Kalau mau pindah kamar yang layak, kita harus bayar,” jawabnya.

Baca Juga :  Pasca Resign Sebagai Karyawan Bank, Wanita Cantik Ini Sukses Dirikan Usaha Ternak Kambing Modern

Sebelumnya, N.G.O Madura yang dimotori zaini wer wer menggelar aksi unjuk rasa di depan rutan kelas I Medaeng Surabaya, mereka meminta agar Kanwil Menkumham melakukan evaluasi secara inten terhadap petugas rutan yang dinilai menyalahgunakan wewenang dan jabatan bahkan harus ada sanksi secara moral ataupun hukum yang berlaku

Wahyu Hendrajati Setyo Nugroho, Kepala Rutan Kelas I Medaeng Surabaya Saat dicecer dengan beberapa tuntutan dan pertanyaan oleh N.G.O Madura soal komitmen dan tanggung jawabnya atas semua persoalan yang terjadi dilingkungan Rutan Medaeng, Pihaknya menyatakan Siap.

Baca Juga :  Kadisdik Sumenep Enggan Beri Keterangan Seusai Diperiksa Oleh Penyidik

“Kalau pelanggaran berat, nanti ya Kanwil Kemenkumham. Tapi kalau pelanggaran ringan kita siap,” Jawabnya

Sekedar diketahui bahwa Wer Wer sapaan akrabnya (N.G.O Madura) dalam minggu ini mengancam akan melakukan aksi demonstrasi lagi ke Kanwil Kementerian Hukum dan Ham sekaligus laporan bersama para mantan napi rutan kelas I medaeng surabaya tuturnya di hadapan awak media. (Red)

TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA