TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pejabat Utama Kanwil Beacukai Jatim 1 Anggukkan Kepala Saat Dituding Tidak Profesional Oleh AMI

Transatu.id,SURABAYA – Organisasi Aliansi Madura Indonesia (AMI) yang baru saja menjadi narasumber dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Satgassus Tipikor Mabes Polri pada (10/5) lalu, terkait pembahasan permasalahan dan tantangan cukai dalam pengelolaan penerimaan negara, lantas Aliansi Madura Indonesia (AMI) segera menerapkan hasil yang diperoleh dari acara tersebut dengan menyikapi kinerja Kanwil Beacukai Jatim 1, Kantor Bea Cukai Sidoarjo, Kantor Bea Cukai Malang dan Kantor Bea Cukai Madura.

 

Mengingat materi yang diperoleh saat FGD perihal pencegahan korupsi merupakan perintah langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Polri juga diinginkan terlibat dalam upaya mendukung program-program pemerintah yang sedang memperkuat pertumbuhan perekonomian, dalam hal ini ialah sektor Cukai.

 

Bahkan demi meluapkan kekecewaannya atas kinerja Kanwil Bea Cukai Jatim 1, Kantor Bea Cukai Sidoarjo, Kantor Bea Cukai Malang dan Kantor Bea Cukai Madura atas maraknya perusahaan dan peredaran rokok ilegal yang ada di wilayah Madura, Malang, Mojokerto, dan sekitarnya, menjadi topik utama dalam penyampaian unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Madura Indonesia (AMI).

Baca Juga :  Kopka Khoirudin Bantu Warga Dusun Lanpao Dajah Bersihkan Saluran Air

 

Dari hasil unjuk rasa itu, pihak AMI ditemui oleh Trimulyo Cahyono selaku kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil Bea Cukai Jatim 1, dan Gee Kuncoro kasi penyuluhan Bea Cukai Sidoarjo.

 

Baihaki Akbar, SE,SH selaku ketua umum Aliansi Madura Indonesia menuding dihadapan Pejabat Utama Kanwil Bea Cukai Jatim 1 dan Pejabat Utama Bea Cukai Sidoarjo bahwasanya kinerja dari petugas Bea Cukai selama ini tidak profesional alias hanya jalan ditempat, tidak ada bukti nyata.

Baca Juga :  Angka Kecelakaan Tinggi, Polres Pamekasan Himbau Begini!!

 

Ia menilai jangankan menindaklanjuti permasalahan yang ada di Jawa Timur, laporan resmi dari Aliansi Madura Indonesia (AMI), yang memberikan data nama pengusaha rokok ilegal dan alamat pabrik rokok ilegal yang berada di Madura, sudah 3 bulan lamanya tidak ada kabar.

 

“Bahkan yang lebih memalukan lagi, baru baru ini ada berita penangkapan 3 kurir rokok ilegal dari Madura oleh beacukai Tangerang, pertanyaannya emang selama ini apa saja kinerja Beacukai Jatim, bahkan yang dimunculkan berita hanya berani menangkap kurir dan sopir rokok ilegal, saya belum pernah mendengar bahwa Beacukai menindak tegas pabrik rokok ilegal, bukankah pantas kami sebut bahwa tidak profesional,” urai Baihaki 22/5) di depan pejabat utama Kanwil Beacukai Jatim.

Baca Juga :  Dukung Pembangunan di Wilayah Sertu M Fauzi Bantu Pemasangan Paving block

 

Bahkan ucapan dari Baihaki Akbar tersebut, juga diamini oleh Petugas Kanwil Beacukai Jatim 1 dan Kantor Bea Cukai Sidoarjo dengan isyarat menganggukkan kepala tanda setuju, dan ikut mengatakan sepakat bahwa kinerja Beacukai Jatim tidak profesional.

 

“Kami sudah menindaklanjuti untuk permasalahan ini, jadi kami ada keterbatasan untuk penyampaian, untuk itu kami akan segera berkoordinasi dengan tim penindakan, kami juga sama bahwa memiliki misi untuk memberantas rokok ilegal, jadi kami mohon waktu untuk mengungkap ini,” jelas Trimulyo Cahyo.

 

Seperti yang diketahui, bahwasanya Aliansi Madura Indonesia akan menggelar aksi secara menyeluruh selama satu minggu kedepan untuk menyikapi permasalahan maraknya perusahaan rokok ilegal dan maraknya peredaran rokok ilegal, sampai tuntutan kami terpenuhi.

TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA