TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Waduh, Kasus Dugaan Pasien Merasa Diusir oleh Oknum Dokter di Larasati Belum Ada Kejelasan

Transatu, Pamekasan– Beberapa waktu lalu, pihak awak media merilis dugaan kasus pelayanan salah satu dokter di rumah sakit Larasati Pamekasan Madura, Jawa Timur.

Pasien yang bersetatus peserta BPJS kelas II itu harus pulang walaupun masih dalam kondisi yang sangat membutuhkan perawatan, Sehingga pihak pasien merasa traume untuk berobat kerumah sakit swasta tersebut lantaran diduga pelayanan salah satu oknum dokter itu dianggap tidak pantas.

Pasca naiknya berita (Kondisi Parah, Pasien BPJS di Pamekasan Merasa Diusir oleh Dokter ini) rupanya mulai ada reaksi dari beberapa pihak, baik managemen rumah sakit, maupun pihak ketiga.

Beberapa waktu lalu, sempat beredar kabar bahwa pihak Suami pasien diminta untuk menemui beberapa pihak termasuk pihak rumah sakit. Sehingga pihak media mencoba mengupdate perkembangan kasus tersebut.

Baca Juga :  Sapa Peserta PBAK 2023, Civitas Akademika Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Ajak Mahasiswa Baru Untuk Produktif Bersama

” Cuma dipanggil kesana, jadi saya yang menghadap, istri saya tidak dibawa karena masih sakit” Kata IM (inisial) selaku sumi korban saat dikonfimasi via telepon WhatsAppnya.

Saat ditanya perihal maksud dan tujuan sejumlah pihak yang menemuinya, pihaknya menceritakan sepintas soal pihak rumah sakit yang menawarkan istrinya untuk dirawat lagi di RS Larasati. “Memang dikasih tawaran untuk dirawat lagi disana, tapi istri saya gak mau, trauma, jadi saya pasrah apa kata istri saya.” Lanjutnya.

Dan apa yang sudah disampaikan ke Media beberapa waktu sebelumnya memang cerita asli dan dalam kondisi yang sebenarnya yang disampaikan pihak pasien. “Memang apa adanya, istri bercerita sesuai apa yang dia alami selama dirumah sakit hingga pulang.”

Baca Juga :  PPL di Diskominfo Pamekasan, Ini Target Empat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Madura

Bahkan saat pasien dan pihak keluarga ditanya masalah persetujuan atas kepulangannya dari rumah sakit ternyata tidak ada perjanjian apapun hanya sebatas dikasih resep obat.

“Saya tidak tanda tangan berkas apapun, hanya dikasih resep obat” kata IM kepada awak media.

Hasil pantauan media hingga saat ini masih belum ada titik terang dari pihak rumah sakit perihal penyikapan terhadap dokter terduga, dan terhadap pasien pun rupanya masih belum selesai. Sekalipun pihak keluarga atau suami pasien sempat dipanggil ke RS Larasati.

Baca Juga :  Sukses Gelar DPL, UKM PI dan Riset Targetkan Lanching Buku-buku dan Jurnal

Pihak Managemen Rumah Sakit Larasati saat dikonfirmasi  awak media awal mula masih merespon baik, saat konfirmasi kedua perihal rencana menhadap untuk klarifikasi langsung, rupanya mulai tidak direspon, dan klarifikasi ketiga perihal hasil pertemuan dengan pihak keluarga pasien ternyata nihil, karena dugaan kuat sementara nomor WA di blok sehingga tidak bisa mengirim pesan.

Beberapa kali dihubungi melalui telepon selulernya ternyata tersambung, hanya di akun WhatsApp yang masih kelihatan centang satu, namun tidak memberikan respon apapun.

Hingga berita ini dinaikkan pihak jatimaktual.com akan terus mengupdate perkembangan dan hasil klarifikasi dari pihak-pihak terkait. (Red)

TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA