TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Hebat Camat Kota Kukuhkan Rumah Jaga Kota,Semata mata Hanya Untuk Kemanusiaan

Transatu.id, PAMEKASAN -Harapan “JAGA KOTA” menjadi satu kesatuan gerakan kemanusiaan yang mandiri dan menjadi wadah bersama dalam Rumah Besar Relawan Pamekasan digaungkan Camat Pamekasan Rahmat Kurniadi S. dihadapan segenap relawan. Mereka terdiri dari berbagai unsur lapisan masyarakat, dengan kapasitas atau kemampuan yang beragam untuk bertekad bersama Pemerintah dalam peran aktif dan produktif di setiap aksi/ gerakan kemanusiaan untuk membangun Peradaban Kota Pamekasan lebih baik.

 

Tak ayal, jika saat sesi pengukuhan dan pelantikan jajaran Relawan Jaga Kota langsung dilakukan oleh Camat Rahmat yang merupakan salah satu Pembina selain Forkopimka setempat. Mereka guyup mengikuti setiap rangkaian acara mulai dari peluncuran setiap perwakilan relawan hingga prosesi penyematan pin kepengurusan pada mereka di pelataran samping Monumen Arek Lancor, Sabtu sore.

Baca Juga :  Kejari Pamekasan yang Baru Gelar Pisah Sambut Dengan Kajari Lama

 

Bahkan secara khidmat dalam kesempatan itu juga, dihadiri oleh jajaran Lurah dan Kades se- Kecamatan Pamekasan. Selain OPD mitra Plt. Kalaksa BPBD Kab. Pamekasan, Perwakilan Kepala DLH, Kepala Dinas PUPR dan Plt. Kepala DINSOS Kabupaten Pamekasan.

 

“Anggota yang dilantik sebanyak 85 personil, terdiri dari 8 (delapan) elemen Relawan dan tergabung diantaranya, BRANTAS, BP 13.28, Relawan PMI, WARASANA, MARBOT MASJID KELILING, SENKOM MITRA POLRI, MAHAPALA UNIRA dan FORSIP,” terang Rahmat Kurniadi S. pada media.

 

Selama ini, memang Delapan elemen relawan ini terus bersatu dalam satu SEKBER (Sekretariat Bersama). Kemudian secara bersama juga sepakat “berikrar” untuk mengabdikan diri demi kemanusiaan, penanggulangan Bencana Alam, Sosial, Pendidikan dan Budaya.

Baca Juga :  Babinsa Masuk Sekolah, Sertu Tomy Jadi Pembina Upacara di SDN Bettet 1

 

“Besar harapan kami akan banyak lagi potensi relawan lainnya yang turut bergabung dalam semangat kemanusiaan dan sosial kedepan,” tandasnya.

 

Sementara itu, Relawan Brantas, Boby Chodet ungkap, mengingat kerja kolaboratif merupakan tujuan dari adanya rumah jaga kota. Maka kedepan akan terus bersinergi dengan konsep pentahelix kebencanaan di kawasan kecamatan Pamekasan.

 

“Hal ini dipandang perlu sebab penanganan berbagai bencana baik faktor alam maupun non alam akan terselesaikan dengan gerakan dan kepedulian bersama,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan, Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim Bagikan Takjil Kepada Masyarakat

 

Pasalnya, semua elemen yang tergabung dan yang akan bersama bisa satu dalam nafas sinergi dalam gerakan mulai dari mitigasi, penanganan saat bencana hingga saat pasca bencana nantinya.

 

“Baik dari unsur-unsur masyarakat dan relawan, unsur dunia usaha, unsur pemerintahan, unsur akademisi dan juga unsur media,” tuturnya.

 

Nah, dengan itu Mereka diharap punya keinginan dan kepedulian yang sama untuk berbagi dan berbakti dalam bingkai jaga kota kedepannya melalui potensi masing-masing. Sehingga harapan segenap pihak dengan adanya rumah jaga kota untuk terus berkomitmen positif akan lebih efektif dan efisien di lapangan bersama pemerintah daerah.

TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA