TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Optimalisasi Gerakan Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045

Transatu, Opini- 23 Tahun lagi merupakan momentum bersejarah karena Indonesia genap berusia 100 Tahun (1 Abad), yang diperkirakan Indonesia akan mengalami Bonus Demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70% Nya dalam usia produktif (15-64 tahun).

Tentunya bonus demografi ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh pemuda, terkhusus perempuan yang juga memiliki peranan penting sebagai generasi emas 2045. Tantangan perempuan menghadapi indonesia emas 2045 akan semakin kompleks, diantaranya persoalan kesenjangan ekonomi, ketidakpastian hukum, dan tak dapat dipungkiri juga persoalan minimnya rasa aman bagi perempuan.

Baca Juga :  Polisi Blusukan ke Pasar Palengaan, Sampaikan Himbauan Kamtibmas 

Menuju Indonesia emas ini tentunya optimalisasi gerakan perempuan kedepannya harus lebih dimaksimalkan lagi dalam membentuk generasi yang cerdas dan mau menerima perubahan.

Jika mengutip penggalan kalimat dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bahwa, “Pentingnya mengintensifkan segala hal termasuk program pembangunan manusia mulai dari hulu hingga hilir guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

Baca Juga :  Wakil bupati Fattah Yasin Tetap Konsisten Dalam Mengawal LombaTahfidzul Qur'an Yang Di Selenggarakan Forum NGO Dan AWP

 

Dengan hal itu, demi mensukseskan Visi dan Misi Indonesia 2045 perubahan tersebut harus diterapkan sejak dini seperti menjadikan perempuan memiliki kecerdasan yang komprehensif yakni produktif dan inovatif dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), menciptakan perempuan yang damai dan berkarakter kuat dalam interaksi sosialnya, sehat dalam interaksi alamnya serta tetap berperadaban unggul.

Selain itu perempuan juga merupakan pilar paling penting dalam membangun keluarga yang berkualitas untuk melahirkan anak yang berkualitas pula, karena perempuan menjadi sosok penentu untuk menanamkan karakter dan mentransfer nilai-nilai luhur lewat pengasuhan yang berkualitas atas kesehatan anak, baik dari aspek fisik maupun aspek mental dan spritual.

Baca Juga :  Babinsa Masuk Sekolah, Kopda Andri Mei Trisna Beri Materi Nilai-nilai Pancasila di SDN 1 Sana Laok

Penulis: Aan Nurul Qamariyah
Mantan Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan juga Mahasiswi Pasca Sarjana Program Studi Manajemen Universitas 17 agustus 1945 surabaya

TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA